• #gelindingbarengyuk
Berita Toko

 

Pengaruh COVID 19 terhadap Industri olah raga sepatu roda nasional 

Tanpa mengenali pengaruh terhadap sekitar sulit menentukan langkah maju

 

 

COVID 19 mengguncang hampir semua sektor di tahun 2020. Ada beberapa industri justru melejit karena pandemi ini. Ada beberapa hal yang betul justru berkembang di masa seperti ini dan berdasarkan informasi yang didapat oleh tim Dunia Inline Skate kami ingin melaporkan beberapa hal yang terjadi selama masa Pandemi COVID 19. Ada PRO dan CONTRA terhadap masa pandemi dan kalau disikapi dengan baik sebenarnya kita bisa bersiap untuk ekonomi sepatu roda yang lebih baik lagi. 

 

Kita mulai dengan mengakui yang CONTRA dulu yah 

 

  • EVENT BERHENTI TOTAL 

Semua pertandingan, perlombaan, battlebox dan bahkan sampai PON di Papua di STOP. Artinya semua rencana berbentuk penyelenggaraan prestasi mengalami pembatalan. Kita tidak perlu membahas kerugian materi dari penyelenggara. Karena memang in Force Majuere dimana kita tidak perlu saling menyalahkan, malah menerima bahwa ini menimpa semua. 

 

  • LATIHAN KOMUNITAS DAN KLUB BERHENTI

Kemunginan ini merupakan hal yang paling ringan terasa dalam menghadapi COVID 19. Karena terlihat setelah COVID banyak komunitas dan klub kembali berlatih walaupun masih dalam masa PSBB. Ini bukan hal yang bisa dirayakan sebab kasus penyebaran COVID masih tinggi di Indonesia menyebabkan rasa kekhawatiran dari kami Tim Dunia Inline Skate. Please stay safe and wear a mask. 

 

  • SEKOLAH TUTUP

Dengan sekolah tutup dan anak-anak sekolah dari rumah, prioritas aktifitas fisik dan olah raga menjadi pilihan terakhir sebagai aktifitas anak-anak pilihan orang tua. Ini sangat terasa untuk usaha seperti Rollerskool yang mayoritas kegiatannya adalah menjadi ekskul di sekolah. Pengaruh yang terasa adalah untuk anak-anak banyak yang jadi mogok latihan dan enggan mencoba lagi. Jadi bisa diasumsikan bahwa jumlah peserta komunitas sepatu roda nusantara berkurang. 

 

  • PARA PELATIH DAN PELAKU INDUSTRI HARUS PIVOT 

Dikarenakan permintaan bermain sepatu roda menurun dan memang sebenarnya selama masa COVID ini berkumpul memang sebaiknya dihindari maka banyak pelatih dan pelaku industri yang harus pivot. Mencari mata pencaharian lain dan kadang ada yang sampai perlu fokus dengan mencari mata pencaharian utama. Dampaknya banyak pelaku industri ini terserap ke industri lain. Pertanyaannya, begitu nanti kita bisa beraktifitas seperti biasa lagi, apakah mereka akan kembali? Karena pengalaman dan ilmu mereka yang sebenarnya memperkaya pengalaman pemain di industri sepatu roda. 

 

Hal yang PRO terjadi di komunitas sepatu roda nusantara 

 

  • PERMINTAAN PRODUK SEPATU RODA MENINGKAT

Berita dari Inline Certification Program Internasional yang juga memiliki kerjasama eksklusif dengan Rollerblade Internasional menyahut bahwa permintaan produk sepatu roda di seluruh duna meningkat. Stok di toko sepatu roda di distributor Rollerblade di seluruh dunia habis. Dengan begitu dapat diasumsikan bahwa untuk beberapa jenis dan toko sepatu roda di indonesia permintaan meningkat. Terlihat di situsnya Decathlon produk sepatu roda dewasanya stok habis. Menarik sebab di sisi lain MG sport men diskon habis-habisan stok sepatu roda juniornya. Intinya di masa pandemi seperti ini ada saja yang bisa mengambil peluang. 

 

Sebenarnya yang jadi isu adalah bagaimana para pelaku industri ini menyikapi perubahan ini agar mereka yang sudah memiliki sepatu baru bisa terus bermain dan yang sudah jenuh dan meninggalkan permainan ini agar tertarik kembali lagi. 

 

 

Di masa pandemi COVID ini ada yang bisa mengambil kesempatan dan ada yang harus pivot. 

 

Apakah sebuah industri bisa berkembang atau tidak tergantung kepada pelakunya. Bagaimana? Apakah industri sepatu roda patut diperjuangkan. 

DIS Sticker

"Cookies" digunakan oleh website ini untuk meningkatkan pengalaman anda bersama kami.